TOA dan sirbo yang menjadi ‘wacana’ dan merupakan larangan bagi mayoritas bikers dan klub , tapi ada juga alat sebagai ‘mengais’ jalan .

Dan sempat saya alami sendiri . Saat pulang kerja sekitar pukul 4 sore, saya riding  di jalan majapahit  . dan pada jam jam segitu memang dikenal sebagai jam lautan (pulang kerja) otomatis jalanan begitu padat merayap , dan kejadian pun dimulai sekitar kawasan manunggal jati . dimana kebetulan posisi saya di jalur cepat walaupun macet :mrgreen: , terdengar dari arah belakang suara  toeettt…toeettt…toeett .. . weh … “ada rombongan  nih” batin saya .. tapi siapa sangka suara berisik klakson tersebut berusaha menyingkirkan pengguna jalan yang lainnya dengan suara lantang klason aftermarket tersebut .. dan  makwuzzz ..  yang mungkin dibilang ‘road captain’ mengendarai vixion plus box dengan atribut club serta ramenya tempelan stiker di box belakang. dan saya pun berusaha tetap dijalur dan tetap saja rombongan dibelakang menyalip dengan menggunakan/ memakan  jalur berlawanan 😀 .tapi itu bukan klub atau apa ..mungkin rombongan wong kesusu be-ol. dimana selain vixion, ada pula mio , spin, dan thunder yang mengikuti dari belakang ,, weleh-weleh .

Memang saya perhatikan secara seksama beberapa motor  tersebut memang NO TOA , NO SIRBO .! ! tapi kelakuan serta tingkah laku dalam berkendara begitu memaksa pengguna jalan lain supaya suruh minggir dan pencet klakson tanpa jeda demi ‘mengais’ jengkalan aspal jalan raya. dan tak hanya itu, begitu rombongan tidak bisa ‘mengais’ jalan di tengah kemacetan pada mbleyer -mbleyer gak jelas pamer knalpot bobokan . hadehh.. masih ada aja oknum yang kayak begitu ??

tapi ada yang lucu. Ketika berada di kawasan Penggaron disitu memang ada TL . dan saya perhatikan rombongan tersebut tetap berada di jalur kanan dimana harus berhenti kecuali arah mranggen -demak  lurus jalan terus. dan saya pun mengira bahwa bakalan satu arah belok kanan ke pucanggading , home sweet home :mrgreen: , tapi… ternyata sang ‘road captain’ bervixion itu salah ambil jalur,, yang dimana arah mranggen kok malah ikutan ngantri di TL . gak bisa lihat TL kalii ya ??

Semoga gak ada oknum yang berusaha ‘mengais’ jalan secara paksa dengan berbagai alat , ingat jalanan itu milik publik , bukan milik diri pribadi ,,

 

pict from google

Advertisements