Menarik ketika membaca postingan Kang Heri disini , mengenai tingkah oknum SPBU yang ‘nakal’ sehingga merugikan konsumennya, Untuk kronologinya dan lokasi kejadian di Semarang pula .


Kronologi lebih jelas seperti ini, “

Temen-temen semua…
Hati-hati membeli bensin di pom bensin. Jangan ketipu sama cap PASTI PAS.
Kejadian baru saja sy alami.
Kemaren, tanggal 1 Sept 2013 jam 9.50 di SPBU 44.501.21 di jln. Dr. Cipto 152 – Semarang (sebelom lampu merah Kartini), sy naik mobil mo ngisi premium Rp 100.000.
Posisi sy di bangku penumpang di belakang. Persis di sebelah meteran.
Meteran dimulai dari NOL. Sy perhatikan kenaikan nominal rupiahnya.
Tepat setelah nominal Rp 80.958, angka meteran tiba2 lompat ke Rp 100.000!! Ajaib!! Mesin otomatis berhenti memompa lalu petugas mencabut selang bensin. Nominal liter masih 12,45 (sedangkan Rp 100.000 harusnya dapat 15,3 liter).
Spontan sy protes keras. Petugas bilang sudah benar Rp 100.000. Sy ga mau terima. Sy minta print out!
Dan benar… print out (foto terlampir) menunjukkan nominal Rp 80.958 dan 12,45 liter.
Petugas lalu menambahkan bensin Rp 20.000 ke tangki sy utk menggenapi bensin yg kurang.
Petugas meminta maaf dan bilang bahwa meteran suka lompat.
Mana bisa begitu?? Kebetulan sy lihat. Kalo engga?? Rp 20.000 kali berapa sehari itu?? 3 liter kali berapa sehari itu?? Males ngitungnya… tp pasti BUANYAK BUANGET deh…!!Sy cuma mo wanti2 ke temen2 yg bawa mobil (terutama cewe)…
– JANGAN MALAS TURUN DARI MOBIL!!
– PERHATIKAN METERAN POMPA!!
– INGAT2 NOMINAL RUPIAH DAN LITER SETIAP ISI BENSIN (misal Rp 50.000 dapat 7,69 liter atau Rp 100.000 dapat 15,38 liter, dst).
– JANGAN PERCAYA LABEL PASTI PAS!!*please share!*

Nah, baru saja beberapa hari setelah Kang Heri posting tersebut, di harian Suara merdeka ada kabar bahwa SPBU yang bersangkutan dibekukan operasionalnya oleh Pertamina. Saya Copas kan saja beritanya .

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pertamina Marketing Operation Region II Jateng – DIY menindak oknum operator SPBU No. 44.501.21 yang terletak di Jalan Dr Cipto yang menyebabkan kerugian konsumen.

Tindakan tegas itu untuk menindaklanjuti informasi dan laporan dari konsumen perihal keluhan pelanggan terhadap pelayanan SPBU tersebut.

Pertamina melalui Sales Representatif BBM wilayah Kota Semarang, telah melakukan pemeriksaan dan penerapan (uji ulang standarisasi) terhadap kinerja dan kualitas Mesin Pompa.

“Hasil pemeriksaan dan investigasi mengarah pada adanya indikasi kesengajaan dari oknum operator SPBU yang menyebabkan kerugian konsumen,” kata Robeth MV Dumatubun, External Relation Pertamina Marketing Operation Reg II Jateng – DIY, Kamis (5/9) di kantornya.

Pertamina selajutnya melakukan pembinaan dengan memberikan skorsing kepada SPBU itu, yakni menghentikan sementara seluruh jenis pasokan BBM dan BBK, tapi juga operasional SPBU dihentikan selama dua minggu, mulai 3 September 2013 hingga 16 September 2013.

“Pertamina juga memberikan identitas kepada SPBU bahwa sedang dalam masa pembinaan dan sertifikasi Pasti Pas dicabut dari SPBU tersebut,” tegas Robeth MV Dumatubun, External Relation Pertamina Marketing Operation Reg II Jateng – DIY, Kamis (5/9) di kantornya.

Pertamina sangat menyesalkan adanya oknum operator SPBU yang dengan sengaja merugikan pelanggan setia Pertamina, dimana ada 707 SPBU dengan 15.000 Operator yang melayani pelanggan di wilayah Jateng & DIY yang tercoreng akibat ulah salah satu oknum operator tersebut.”

Memang, apabila hal seperti ini terjadi,  kita sebagai konsumen harus lebih teliti dan jeli, karena ‘oknum’ curang itu bisa terjadi di instansi mana saja . kalo memang ada yang ‘nakal’ harus segera kita laporkan ke pihak terkait yang berwenang .. .. ..

Advertisements